CEO Room
Penyakit jantung dan stroke bukan lagi "penyakit orang tua". Dalam sebuah sesi edukatif di kanal YouTube TS Media, praktisi kesehatan kenamaan dr. Gia Pratama membeberkan fakta mengejutkan mengenai pergeseran tren penyakit mematikan di Indonesia yang kini mulai menyasar kelompok usia produktif.
Berdasarkan data kesehatan terbaru, stroke dan serangan jantung tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Namun, dr. Gia menyoroti adanya perubahan demografi pasien yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Dulu, kita melihat pasien stroke atau jantung mayoritas di atas usia 50 tahun. Namun saat ini, trennya bergeser. Pasien di usia 40-an tahun sudah mulai banyak yang berdatangan ke rumah sakit dengan kondisi akut," ungkap dr. Gia dalam program CEO ROOM.
Meskipun faktor genetik berperan, dr. Gia menekankan bahwa gaya hidup (lifestyle) adalah pemicu utama mengapa penyakit degeneratif ini muncul lebih awal. Beberapa faktor risiko yang sering diabaikan antara lain:
Selain memberikan edukasi medis, perbincangan dr. Gia dengan Marianne Rumantir juga menyentuh sisi emosional. Penulis buku Berhenti di Kamu ini berbagi cerita tentang perjuangan pribadinya dan istri dalam menanti kehadiran buah hati.
Hal ini memberikan pesan kuat bagi audiens bahwa kesehatan bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang kesehatan mental dan ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup.
Untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke di usia 30-an dan 40-an, dr. Gia menyarankan langkah "CERDIK":
Meta Description (Untuk Cuplikan Google): Waspada! dr. Gia Pratama ungkap tren penyakit jantung dan stroke kini mulai menyerang usia 40-an. Simak penyebab dan cara pencegahannya di artikel ini berdasarkan wawancara terbaru di CEO ROOM TS Media.